Saat hati ini menyukai dirimu, usaha untuk berubah selalu aku
lakukan, mencoba dan selalu mencoba, ingin aku menunjukkan kepada
dirimu, aku ingin membuktikan kepada dirimu, bahwa aku bisa tulus
mencintai dirimu, aku ingin menikah denganmu, ingin memiliki rumah,
anak, ingin memiliki mobil.
Tapi, tidak ada perubahan, tidak peduli seberapa banyak aku mencoba, namun apa yang berubah pada dirimu ?
Bahkan sampai aku putus asa, semua keluargamu dan dirimu tidak ada yang menerimaku.
Tidak peduli jika yang ku lakukan ini masih kurang, di matamu takkan pernah ada kelebihan pada diriku.
Hatiku hanya bertanya, apa yang kamu lakukan pada diriku ?
Aku harus bertahan 20 tahun, namun kau pergi tanpa memberiku kepastian.
Sampai detik ini aku selalu bertanya, Kenapa ? Kenapa ? Kenapa ?
Dulu kau datang kepadaku, senyummu, gayamu, dan saat itu aku bertanya, apakah bagiku, kaulah segalanya untuku ?
Haruskah ada cinta, meskipun itu hanya ada didalam perasaanku.
Haruskah ada cinta, meskipun aku memiliki kekurangan.
Bahkan dengan mata tertutup, bahkan dengan telingaku tertutup, aku adalah seseorang yang ingin di cintai di dalam dirimu.
Langkah demi langkah aku lewati waktu. seperti ini, saat ini, aku selalu merindukanmu.
Seperti ini, saat ini, aku tidak bisa berbuat apa apa.
Aku sangat merindukanmu bahkan sampai jejak dirimu.
Meskipun
hatimu harus tetap di tempat, matamu selalu menjauh dari diriku, bahkan
jika aku memberikan segalanya, itu tidak akan merubah segalanya, kau
akan selalu tetap memandangku, menilaiku, bahwa diriku selalu memiliki
kekurangan.
Selasa, 22 Januari 2013
Aku Menyadari
Aku menyadari, karena aku tidak memiliki apa apa bahkan tak memiliki uang.
Aku menyadari, usaha untuk berubah, aku selalu mencoba dan mencoba, mencari dan mencari.
Aku ingin selalu menunjukkan kepada semua orang, dan keluargaku, bahwa aku bisa.
Aku ingin membuktikan pada semua orang dan keluargaku, bahwa aku akan menjadi sukses.
Aku ingin mengembalikan rumah orang tuaku yang telah terjual, memberangkatkan keluargaku haji, membelikan rumah untuk saudaraku, membelikan mobil untuk keluargaku.
Tapi......
Sampai detik ini tidak ada perubahan, tidak peduli seberapa banyak aku mencoba dan mencari.
Apa yang berubah ? Bahkan sampai aku putus asa.
Tidak peduli jika yang kulakukan ini apakah masih kurang, tidak peduli usaha yang aku lakukan apakah masih kurang, namun Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ ada perubahannya.
Apakah aku masih terlihat seperti manusia ? Apakah masih berlaku pemikiran bahwa kita bisa melakukannya jika kita ♏இƱ berusaha keras. Kita hanya bisa berusaha ?
Aku berpikir, jika kita bisa berhasil sebanyak kita berusaha.
Tapi kenapa hanya ini yang bisa aku lakukan ?
Hanya saja tidak ada jalan keluar, tidak peduli seberapa banyak kita berusaha, namun Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ ada jalan keluar.
Yang aku sadari tidak hanya berusaha dan mencari, namun kita juga harus berharap, memohon kepada Sang Pencipta, yang memiliki segala galanya.
Hidup ini tidak mudah bagiku, kehidupan yang aku lalui pastinya akan selalu dengan uang dan uang.
Dengan uang aku akan memiliki kemampuan untuk membayar semua hutang hutang keluargaku.
Dengan uang aku dan merubah kehidupan keluargaku akan menjadi lebih baik.
Yang aku tahu aku harus selalu memiliki semangat, harus terus mencoba dan mencoba, mencari dan mencari. Entah itu sampai kapan.
Aku berpikir, tak ada yang lebih menakutkan di dunia ini, kecuali aku paling takut dengan diriku sendiri, yaitu seberapa jauh aku bisa terpuruk.
Karena tidak ada yang ku takutkan, aku menguatkan diriku sendiri.
Aku menyadari meskipun aku memiliki keinginan setinggi langit, namun permasalahannya bukan karena aku memiliki keinginan setinggi langit, tetapi bagaimana aku mewujudkan keinginanku yang setinggi langit.
Wawasanku, kemampuanku, harus aku rubah, tidak peduli bagaimana aku berusaha. Aku harus bisa putuskan dari apa yang aku lihat, rasa dan dengar.
Selama ini begitu sibuk aku dengan penilaian orang lain, aku tidak peduli penilaian tersebut apakah terlihat bagus atau tidak pada diriku.
Tidak peduli apakah itu pujian ataupun sindiran, apakah memiliki pakaian, tas, dan sepatu mahal ataupun tidak, demi penilaian orang lain apakah aku harus menyempurnakannya ?
Dengan memiliki pakaian, tas, sepatu yang bernilai mahal, meskipun harganya adalah beberapa kali dari gajiku perbulan, meskipun aku harus berhutang sekalipun, apakah aku harus memilikinya ? Untuk terlihat seseorang yang lebih baik ?
Nilai ? Apa pentingnya ?
Aku tinggal membawa sesuatu yang bernilai mahal untuk bisa dihargai.
Apakah itu sama saja caraku membodohi diriku sendiri dan orang lain ?
Yang terpenting adalah
Keadaanku bukan sesuatu yang bisa aku rubah, darimana asalku, atau dulu mempunyai segalanya dan kini sama sekali aku tak memiliki apa apa
Yang terpenting adalah
Aku harus bersyukur memiliki orang tuaku seperti mereka, karena mereka telah melakukan semampu mereka membahagiakan anak anaknya termasuk diriku.
Yang terpenting adalah
Dimanapun lingkungan ku berada, teman teman yang aku miliki, aku harus melakukan yang tebaik untuk semua itu.
Yang terpenting adalah
Setetes keringat yang aku keluarkan harus dari hasil perjuanganku bekerja berusaha sekuat tenaga.
Setetes keringat yang aku keluarkan harus dari hasil yang jujur.
Setetes keringat yang aku keluarkan jangan ada hasil dari menyakiti atau merugikan orang lain.
Dengan keterbatasanku yang tidak memiliki apa apa, untuk dapat dipandang dan di hargai oleh seluruh manusia dunia ini, aku akan tetap terus berusaha bekerja dengan jujur, tidak mengambil milik orang lain, tidak mengambil hak orang lain, tidak menyakiti orang lain.
Meskipun keadaan aku dan keluargaku tetap tidak ada perubahan, itu semua tidak apa apa, yang terpenting aku akan selalu melakukan dengan seluruh kemampuanku, memberikan yang terbaik untuk semua orang di dunia ini.
Aku menyadari, usaha untuk berubah, aku selalu mencoba dan mencoba, mencari dan mencari.
Aku ingin selalu menunjukkan kepada semua orang, dan keluargaku, bahwa aku bisa.
Aku ingin membuktikan pada semua orang dan keluargaku, bahwa aku akan menjadi sukses.
Aku ingin mengembalikan rumah orang tuaku yang telah terjual, memberangkatkan keluargaku haji, membelikan rumah untuk saudaraku, membelikan mobil untuk keluargaku.
Tapi......
Sampai detik ini tidak ada perubahan, tidak peduli seberapa banyak aku mencoba dan mencari.
Apa yang berubah ? Bahkan sampai aku putus asa.
Tidak peduli jika yang kulakukan ini apakah masih kurang, tidak peduli usaha yang aku lakukan apakah masih kurang, namun Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ ada perubahannya.
Apakah aku masih terlihat seperti manusia ? Apakah masih berlaku pemikiran bahwa kita bisa melakukannya jika kita ♏இƱ berusaha keras. Kita hanya bisa berusaha ?
Aku berpikir, jika kita bisa berhasil sebanyak kita berusaha.
Tapi kenapa hanya ini yang bisa aku lakukan ?
Hanya saja tidak ada jalan keluar, tidak peduli seberapa banyak kita berusaha, namun Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ ada jalan keluar.
Yang aku sadari tidak hanya berusaha dan mencari, namun kita juga harus berharap, memohon kepada Sang Pencipta, yang memiliki segala galanya.
Hidup ini tidak mudah bagiku, kehidupan yang aku lalui pastinya akan selalu dengan uang dan uang.
Dengan uang aku akan memiliki kemampuan untuk membayar semua hutang hutang keluargaku.
Dengan uang aku dan merubah kehidupan keluargaku akan menjadi lebih baik.
Yang aku tahu aku harus selalu memiliki semangat, harus terus mencoba dan mencoba, mencari dan mencari. Entah itu sampai kapan.
Aku berpikir, tak ada yang lebih menakutkan di dunia ini, kecuali aku paling takut dengan diriku sendiri, yaitu seberapa jauh aku bisa terpuruk.
Karena tidak ada yang ku takutkan, aku menguatkan diriku sendiri.
Aku menyadari meskipun aku memiliki keinginan setinggi langit, namun permasalahannya bukan karena aku memiliki keinginan setinggi langit, tetapi bagaimana aku mewujudkan keinginanku yang setinggi langit.
Wawasanku, kemampuanku, harus aku rubah, tidak peduli bagaimana aku berusaha. Aku harus bisa putuskan dari apa yang aku lihat, rasa dan dengar.
Selama ini begitu sibuk aku dengan penilaian orang lain, aku tidak peduli penilaian tersebut apakah terlihat bagus atau tidak pada diriku.
Tidak peduli apakah itu pujian ataupun sindiran, apakah memiliki pakaian, tas, dan sepatu mahal ataupun tidak, demi penilaian orang lain apakah aku harus menyempurnakannya ?
Dengan memiliki pakaian, tas, sepatu yang bernilai mahal, meskipun harganya adalah beberapa kali dari gajiku perbulan, meskipun aku harus berhutang sekalipun, apakah aku harus memilikinya ? Untuk terlihat seseorang yang lebih baik ?
Nilai ? Apa pentingnya ?
Aku tinggal membawa sesuatu yang bernilai mahal untuk bisa dihargai.
Apakah itu sama saja caraku membodohi diriku sendiri dan orang lain ?
Yang terpenting adalah
Keadaanku bukan sesuatu yang bisa aku rubah, darimana asalku, atau dulu mempunyai segalanya dan kini sama sekali aku tak memiliki apa apa
Yang terpenting adalah
Aku harus bersyukur memiliki orang tuaku seperti mereka, karena mereka telah melakukan semampu mereka membahagiakan anak anaknya termasuk diriku.
Yang terpenting adalah
Dimanapun lingkungan ku berada, teman teman yang aku miliki, aku harus melakukan yang tebaik untuk semua itu.
Yang terpenting adalah
Setetes keringat yang aku keluarkan harus dari hasil perjuanganku bekerja berusaha sekuat tenaga.
Setetes keringat yang aku keluarkan harus dari hasil yang jujur.
Setetes keringat yang aku keluarkan jangan ada hasil dari menyakiti atau merugikan orang lain.
Dengan keterbatasanku yang tidak memiliki apa apa, untuk dapat dipandang dan di hargai oleh seluruh manusia dunia ini, aku akan tetap terus berusaha bekerja dengan jujur, tidak mengambil milik orang lain, tidak mengambil hak orang lain, tidak menyakiti orang lain.
Meskipun keadaan aku dan keluargaku tetap tidak ada perubahan, itu semua tidak apa apa, yang terpenting aku akan selalu melakukan dengan seluruh kemampuanku, memberikan yang terbaik untuk semua orang di dunia ini.
Selasa, 11 Desember 2012
Hal apa yang terbaik terjadi dalam hidupku ?
Bintangku .....
Hari ini tepatnya tanggal 10 Desember 2012, aku tersadar kalau aku sudah mulai melupakan sesuatu.
Kalau tidak ada yang berulang tahun pada hari ini, aku benar benar melupakan tanggal 01 Desember 2012 adalah hari Ulang Tahun mu, Barwandes ......
Ku menatap langit, dan seperti biasa aku bertanya pada bintang... Kenapa aku bisa begini ? Kenapa aku bisa melupakannya ? Bahkan kini wajahnya makin lama makin aku tidak mengingatnya.
Apa hati ini berusaha sekuat tenaga menyimpan kenangan dan dirimu di lubuk hatiku dengan begitu dalamnya? dan apakah hati ini berusaha merapatnya dalam dalam, menguburnya, cinta, sakit hati dan kenangan dalam dalam, sampai aku tak merasakan kehadiran bayanganmu, tak merasakan lagi kehadiranmu di dalam mimpiku, dan aroma tubuhmu kini aku tak dapat lagi mengingatnya.
Apa aku akan bersalah kepadamu Barwandes ?
Aku mengenal diriku, aku selalu memegang janji sampai kapanpun, dan akan aku jaga seumur hidupku
Apa karena aku berjanji padamu dan diriku "aku akan menjaga cinta ini seumur hidupku, sampai sisa waktuku di dunia ini, dan aku tak akan membaginya pada siapapun"
Maka aku hanya menjaganya walau itu sangat susah ku jalani, namun aku melepaskan didalam hatikku paling dalam bayangan dirimu, tatapan matamu, dan aroma tubuhmu, sampai aku melupakan itu semua.
Kini hanya tinggal jiwaku yang rapuh, yang tidak tahu harus berada dimana, bagaikan seseorang yang sudah tidak ada didunia ini, seseorang yang tidak memiliki jiwa, hati, dan jantung. Berjalan karena Tuhan Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ mengijinkan aku pergi dari dunia yang fana ini.
Bintangku ...... Apakah kamu masih di sana ?
Apakah kamu tahu bintangku ?
Hal apa yang terbaik terjadi dalam hidupku :
Yang terbaik dalam hidupku adalah aku memiliki cinta yang suci dan tulus untuk seseorang yang bernama Barwandes seventry luiz patrik Aritonang
Dan
Yang terbaik dalam hidupku aku mengambil keputusan untuk menggantikan harapan yang dulu aku percayakan kepada Barwandes Seventry Luiz Patrik Aritonang, kini aku gantungkan harapan itu kepada bayangan seseorang Daejang (jendral Cheo Young) harapan semu itu, bayangan seseorang itu yang akan menguatkanku menjalani hidup ini
Berarti selamanya aku menjaga cinta ini untukmu Barwandes, seumur hidupku
Berarti selamanya jiwa ini, hati ini, jantung ini, dan raga ini, hanya milikmu, Barwandes.....
Namun Harapan yang sejak dulu aku inginkan memiliki seseorang pangeran, yang selalu menjaga diri ini dan hati ini, dan yang selalu membuat aku tersenyum, biarlah aku memintanya kepada bayangan semu seorang Daejang (jendral cheo young) berwajah Lee Min Ho
Bintangku yang selalu bersinar indah... Kamu masih disana khan ....
Biarlah semua orang mengatakan aku sudah gila .....
Namun ini semua karena CINTA
Hari ini tepatnya tanggal 10 Desember 2012, aku tersadar kalau aku sudah mulai melupakan sesuatu.
Kalau tidak ada yang berulang tahun pada hari ini, aku benar benar melupakan tanggal 01 Desember 2012 adalah hari Ulang Tahun mu, Barwandes ......
Ku menatap langit, dan seperti biasa aku bertanya pada bintang... Kenapa aku bisa begini ? Kenapa aku bisa melupakannya ? Bahkan kini wajahnya makin lama makin aku tidak mengingatnya.
Apa hati ini berusaha sekuat tenaga menyimpan kenangan dan dirimu di lubuk hatiku dengan begitu dalamnya? dan apakah hati ini berusaha merapatnya dalam dalam, menguburnya, cinta, sakit hati dan kenangan dalam dalam, sampai aku tak merasakan kehadiran bayanganmu, tak merasakan lagi kehadiranmu di dalam mimpiku, dan aroma tubuhmu kini aku tak dapat lagi mengingatnya.
Apa aku akan bersalah kepadamu Barwandes ?
Aku mengenal diriku, aku selalu memegang janji sampai kapanpun, dan akan aku jaga seumur hidupku
Apa karena aku berjanji padamu dan diriku "aku akan menjaga cinta ini seumur hidupku, sampai sisa waktuku di dunia ini, dan aku tak akan membaginya pada siapapun"
Maka aku hanya menjaganya walau itu sangat susah ku jalani, namun aku melepaskan didalam hatikku paling dalam bayangan dirimu, tatapan matamu, dan aroma tubuhmu, sampai aku melupakan itu semua.
Kini hanya tinggal jiwaku yang rapuh, yang tidak tahu harus berada dimana, bagaikan seseorang yang sudah tidak ada didunia ini, seseorang yang tidak memiliki jiwa, hati, dan jantung. Berjalan karena Tuhan Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ mengijinkan aku pergi dari dunia yang fana ini.
Bintangku ...... Apakah kamu masih di sana ?
Apakah kamu tahu bintangku ?
Hal apa yang terbaik terjadi dalam hidupku :
Yang terbaik dalam hidupku adalah aku memiliki cinta yang suci dan tulus untuk seseorang yang bernama Barwandes seventry luiz patrik Aritonang
Dan
Yang terbaik dalam hidupku aku mengambil keputusan untuk menggantikan harapan yang dulu aku percayakan kepada Barwandes Seventry Luiz Patrik Aritonang, kini aku gantungkan harapan itu kepada bayangan seseorang Daejang (jendral Cheo Young) harapan semu itu, bayangan seseorang itu yang akan menguatkanku menjalani hidup ini
Berarti selamanya aku menjaga cinta ini untukmu Barwandes, seumur hidupku
Berarti selamanya jiwa ini, hati ini, jantung ini, dan raga ini, hanya milikmu, Barwandes.....
Namun Harapan yang sejak dulu aku inginkan memiliki seseorang pangeran, yang selalu menjaga diri ini dan hati ini, dan yang selalu membuat aku tersenyum, biarlah aku memintanya kepada bayangan semu seorang Daejang (jendral cheo young) berwajah Lee Min Ho
Bintangku yang selalu bersinar indah... Kamu masih disana khan ....
Biarlah semua orang mengatakan aku sudah gila .....
Namun ini semua karena CINTA
Hal apa yang Terburuk Terjadi dalam Hidupku ?
Bintangku......
Kau kini bertanya padaku, Hal apa yag terburuk terjadi dalam hidupku ?
Bintangku, jawabanku adalah :
1. Sampai detik ini aku Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ bisa membahagiakan orang tuaku (khususnya kepada ibuku)
2. Sampai detik ini aku Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ bisa menghapus air mata mereka (khususnya kepada ibuku)
3. Sampai detik ini aku Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ bisa melepas beban Ɣªήğ mereka pikul (khususnya kepada ibuku)
4. Sampai detik ini aku Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ bisa memberangkatkan Haji kedua orang tuaku
Yang Paling Terburuk adalah aku Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ berbakti pada kedua orang tuaku
Aku masih melawan, aku masih menentang jika beda pendapat, dan aku masih menyakiti atau menyinggung perasaan mereka dengan kata kataku baik aku menyadari ataupun tidak
Kau kini bertanya padaku, Hal apa yag terburuk terjadi dalam hidupku ?
Bintangku, jawabanku adalah :
1. Sampai detik ini aku Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ bisa membahagiakan orang tuaku (khususnya kepada ibuku)
2. Sampai detik ini aku Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ bisa menghapus air mata mereka (khususnya kepada ibuku)
3. Sampai detik ini aku Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ bisa melepas beban Ɣªήğ mereka pikul (khususnya kepada ibuku)
4. Sampai detik ini aku Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ bisa memberangkatkan Haji kedua orang tuaku
Yang Paling Terburuk adalah aku Ɓε̲̣̣̣̥Ɩυ̲̣̥♍ berbakti pada kedua orang tuaku
Aku masih melawan, aku masih menentang jika beda pendapat, dan aku masih menyakiti atau menyinggung perasaan mereka dengan kata kataku baik aku menyadari ataupun tidak
A promise in my life
Time continue passed, without I realized my life, there was only me and the memories.
I never thought to try and fill, my heart with love and heart to another
And I will always let a vacuum in my life
now only thy gentle your eyes that always calm my heart the time I cry
Looks like I want to ask God to live a thousand years, but it seems that is not enough. view Your eyes, call your name, I want to see you although in a dream of only a second, never enough to live a thousand years.
My promise to myself :
If I had to love and share it only with you but if I had to be without you, my life will still go back in without the love of my life because of my heart and will submit it to you
I never thought to try and fill, my heart with love and heart to another
And I will always let a vacuum in my life
now only thy gentle your eyes that always calm my heart the time I cry
Looks like I want to ask God to live a thousand years, but it seems that is not enough. view Your eyes, call your name, I want to see you although in a dream of only a second, never enough to live a thousand years.
My promise to myself :
If I had to love and share it only with you but if I had to be without you, my life will still go back in without the love of my life because of my heart and will submit it to you
Do Not Cry
My star.....
Is there a place for me (city or country) where no one knows I'm crying
Do not cry ... To deal with this life Although only a single tear
I want to be free from the shackles of love
I thought, I like this, cause is past
And I didn't think would happen like this.
I want to escape from reality and want to live with full color
So I had to forget everything and I slept.....
That way I will be free from the shackles of love and I can life
Is it going to work?
Of course not
That's why I'm such a fool
I myself felt hopeless until this moment I thought, if I continue to lost in into sadness, loneliness
I have risked life is precious this above her all
Is there a place for me (city or country) where no one knows I'm crying
Do not cry ... To deal with this life Although only a single tear
I want to be free from the shackles of love
I thought, I like this, cause is past
And I didn't think would happen like this.
I want to escape from reality and want to live with full color
So I had to forget everything and I slept.....
That way I will be free from the shackles of love and I can life
Is it going to work?
Of course not
That's why I'm such a fool
I myself felt hopeless until this moment I thought, if I continue to lost in into sadness, loneliness
I have risked life is precious this above her all
Langganan:
Postingan (Atom)