Tampilkan postingan dengan label penantian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penantian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 November 2012

Sebuah Penantian

Hari ini aku seperti biasa menunggu kabar mengenai dirimu.

Detik demi detik, tidak hanya hari ini, atau esok hari, satu bulan atau tahun, namun aku akan selalu menunggumu seumur hidupku.

Walau yang aku tunggu hanya berupa message via facebook (message pribadi di facebook), yang aku tunggu hanya keadaan dirimu.

Ketika aku mendapatkan balasan darimu walau hanya "thank you atau thank you again" hati ini senang dan tenang

Ku tahu penantian ini adalah penantian yang tak akan pernah berujung, karena dirimu tak mengenal diriku, karena dirimu tak pernah berjumpa dengan ku.

Aku selalu bertanya pada diriku bagaimana keadaanmu :
Apakah dirimu baik baik saja ?
Apakah kamu sudah makan ?
Apakah kamu lelah ?
Apakah kamu sudah beristirahat ?

Kembali aku menyadari "Tidak ada yang menjawab semua itu tiap harinya" namun aku selalu melakukannya setiap detik.....
SEUMUR HIDUPKU

Rabu, 07 November 2012

ADAKAH JAWABAN UNTUK DIRIKU


Sejak kepergianmu aku selalu menyindiri, merenung apa yang harus aku lakukan tanpa dirimu.
Aku menatap langit dan selalu ku menatap langit hmmm mencari jawaban apa yang harus ku lakukan.

Tidak hanya hampa yang aku rasakan, seakan hati ini ikut beku melihat dengan mata hati dunia yang indah ini menjadi dunia yang mati yang tak ada tumbuhan, bunga yang tumbuh tak ada air yang mengalir.

Dulu aku terbiasa dan merasa nyaman bila aku berada sisimu, berada di dadamu dan aku memelukmu, kini aku harus terbiasa tanpa dirimu, harus terbiasa jauh darimu.

Apa aku harus berlari dan terus berlari ? yang kutahu sejak dulu adalah dirimu, ingin rasanya aku memutar kembali waktu yang telah berlalu, ingin rasa seperti mimpi adanya pintu langit agar aku bisa merubah yang telah terjadi, yang ingin aku rubah di waktu itu adalah “Aku tak ingin mengenal dirimu sama sekali”, aku tak ingin mencintaimu (karena begitu menyakitkan mencintaimu)”

Apa yang harus aku lakukan, waktu terus berjalan, sampai detik ini aku belum bisa menentukan apa yang harus aku lakukan untuk hidupku
Dulu walau aku selalu menangis mendampingi dirimu aku bisa menentukan apa yang harus aku lakukan untuk hidupku, apapun aku lakukan agar kamu selalu tersenyum, dan keinginanmu selalu dapat kamu penuhi, aku tak peduli apakah langkahku salah atau benar dimata ini , hati ini, pikiran ini hanya untukmu

Mungkin kamu sudah lelah berada di sisiku, yang tak dapat melakukan apa-apa dimatamu, mungkin apa yang telah kulakukan untuk mu merupakan hal yang biasa.

Cinta diatas segala-galanya hmm itu yang terjadi pada diriku, cinta itu buta kini aku membenarkan.

Penantian ini apakah akan berakhir ? akankah ada seseorang yang dapat menghapus luka di hatiku ini, dapatkah seseorang itu mengembalikan penglihatanku kalau dunia ini indah ?

aku cuma tahu saat ini apa yang harus aku lakukan "Aku telah siap didunia ini hidup sendiri, seumur hidupku tetap ku jaga cinta ini yang telah kuberikan kepada mu"

“Ya Allah Bantu hamba, hamba mohon berilah hamba jawaban, apa yang harus aku lakukan pada hatiku ini”

Note.
Dirimu adalah Barwandes Seventry Luiz Patrick - Aritonang